Pengaruh berat tubuh terhadap laju respirasi

Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama.

Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. NaOH digunakan pada percobaan ini untuk mengikat karbon dioksida, sehingga dapat membuat larutan eosin tersebut bergerak mendekati organisme.

Pada menit kedua cairan eosin bergerak menuju skala 0,21ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit kedua adalah 0,13ml. Larutan eosin bergerak mendekati bahan percobaan yaitu jangkrik atau kecambah, jangkrik atau kecambah yang berada di dalam respirometer menghirup oksigen melalui pipa respirometer sehingga membuat larutan eosin bergerak.

Jika tidak diikat maka tekanan parsial gas dalam respirometer akan tetap dan eosin tidak bergerak. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya.

Naiknya suhu daun, misalnya sangat banyak menaikkan penguapan dan sedikit difusi kemungkinan menyebabkan stomata menutup atau membuka lebih lebar, tergantung pada spesies atau faktor lain.

Jenis Penelitian Jenis penelitian yang kami gunakan adalah eksperimen karena menggunakan beberapa variabel yaitu variabel kontrol, variabel manipulasi dan variabel respon.

Pertanyaan yang diharapkan dari siswa: Mengapa NaOH harus dibungkus dengan kapas? Lalu fungsi malam atau vaselin atau plastisin yang kami gunakan pada penelitian kali ini adalah supaya pada tabung respirometer laju respirasi atau penggunaan tidak mengalami kebocoran.

Pada percobaan pertama terhadap kecambah I dengan memiliki berat 5,0 gram pada menit pertama setelah pemberian eosin pada ujung respirometer menunjukkan skala 0,08ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit pertama adalah 0,08ml. Energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Yang lebih penting dari bahang adalah energi yang terhimpun dalam ATP, sebab senyawa ini digunakan untuk berbagai proses esensial dalam kehidupan, misalnya pertumbuhan dan penimbunan ion. Sehingga dapat kita ketahui bahwa kecepatan respirasi pada cacing lebih tinggi dibandingkan dengan belalang hal ini di karenakan cacing menggunakan kulitnya untuk bernafas sehingga lebih cepat penggunaan oksigennya karena luas permukaan pada cacing lebih luas di bandingkan pada belalang yang hanya menggunakan trakea yang terbuat dari pipa yang becabang di seluruh tubuh, merupakan salah satu variasi dari permukaan respirasi internal yang melipat-lipat dan pipa yang terbesar itulah yang disebut trakea.

Untuk lingkungan air, kadar oksigen dipengaruhi oleh kelarutan oksigen dalam air. Hal ini sesuai dengan teori Junquera eosin adalah metode pewarnaan yang banyak digunakan dalam dalam pewarnaan jaringan sehingga ia di perlukan dalam diagnosa medis dan penelitian.

Setelah mengambil O2 dari udara, O2 kemudian digunakan dalam proses respirasi dengan beberapa tahapan, diantaranya yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs, dan transpor elektron.

Konduktan stomata yang rendah menyebabkan suhu daun meningkat sebab transpirasi rendah melalui permukaan daun.

Reaksinya dengan karbon dioksida sebagai berikut: Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan. Definisi respirasi juga meliputi proses biokimia yang berlangsung di dalam sel berupa perombakan molekul-molekul makanan dan transfer energi yang dihasilkan respirasi seluler.

Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Dalam reaksi ini elektron ditransfer dalam serangkaian reaksi redoks dan dibantu oleh enzim sitokrom, quinon, piridoksin, dan flavoprotein.

Jurnal Fisiologi Hewan Sistem Respirasi Hewan Vertebrata dan Invertebrata

Kebanyakan tumbuhan tidak berpindah, memproduksi makanannya sendiri, menggantungkan diri pada apa yang diperolehnya dari lingkungannya sampai batas-batas yang tersedia.

Untuk mengimbangi hal tersebut maka dari itu hewan yang lebih kecil atau beratnya lebih sedikit dalam melakukan respirasi atau penggunaan oksigennya sedikit sedangkan hewan ynag memiliki berat yang besar maka hewan tersebut pengambilan oksigennya semakin banyak agar tubuhnya tetap dalam keadaan sehat.

Dan respirasi pun akan berjalan lancar tanpa di ganggu oleh adanya CO2. Batas suhu optimum tidak sama untuk semua tanaman, sebagai contoh: Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol CO2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama.

Pada menit keempat cairan eosin bergerak menuju skala 0,29ml sehingga kebutuhan oksigen pada menit keempat adalah 0,09ml. Kemudian posisi dari tubuh tersebut. Makhluk hidup yang melakukan aktivitasi memerlukan energi.

Proses pengubahan ini dikatalisis oleh enzim dalam sitoplasma. Akan tetapi, dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungannya, ikan memiliki toleransi dan resistensi pada kisaran tertentu dari variasi lingkungan.

Asetil KoA yang dihasilkan akan diproses dalam siklus krebs.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan karena bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH medium terhadap jumlah pergerakan oper k ulum ikan n ila, selain itu u ntuk mengetahui pengaruh jumlah gerakan oper k ulum terhadap laju respirasi ikan nila, serta u ntuk mengetahui pengaruh pH medium terhadap mortalitas ikan n ila.

Laporan Praktikum: Pengaruh Suhu Terhadap Laju Rrespirasi Aerob Respirasi merupakan proses katabolisme atau penguraian senyawa organik menjadi senyawa anorganik. Respirasi sebagai proses oksidasi bahan organik yang terjadi didalam sel dan berlangsung secara aerobik maupun elbfrollein.com: Arif Meftah Hidayat.

Mengetahui pengaruh berat hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah) terhadap laju respirasi, 3. Mengetahui banyaknya gas oksigen yang dibutuhkan hewan (jangkrik) dan pada tumbuhan (kecambah) untuk elbfrollein.com: Renaldy Rizki Ramadani. · Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q 10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10 o C, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies.

Respirasi adalah suatu proses pengambilan O 2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO 2, H 2 O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat dioksidasi menjadi CO 2 sedangkan O 2 yang diserap sebagai.

Respirasi adalah seluruh proses pengambilan O 2 untuk memecah senyawa-senyawa organik sehingga menghasilkan energi dan sisa berupa CO 2 dan H 2 elbfrollein.comaran gas O 2 dan gas CO 2 berlangsung melalui proses difusi yang berlangsung di alat pernafasan.

Pengaruh berat tubuh terhadap laju respirasi
Rated 5/5 based on 62 review